Top
Begin typing your search above and press return to search.

Tegaskan harapan pemuda Indonesia: Rembuk pemuda dorong inklusivitas di Papua Tengah

Visi Rembuk Pemuda untuk membangun gerakan kepemudaan yang inklusif sebagai harapan baru Indonesia kini sudah sampai hingga ke Papua Tengah dengan berhasil menyelenggarakan kegiatan Rembuk Pemuda melalui kolaborasi berbagai unsur kepemudaan.

Tegaskan harapan pemuda Indonesia: Rembuk pemuda dorong inklusivitas di Papua Tengah
X
Sumber foto: Istimewa/elshinta.com.

Elshinta.com - Visi Rembuk Pemuda untuk membangun gerakan kepemudaan yang inklusif sebagai harapan baru Indonesia kini sudah sampai hingga ke Papua Tengah dengan berhasil menyelenggarakan kegiatan Rembuk Pemuda melalui kolaborasi berbagai unsur kepemudaan.

Aidil Pananrang selaku Founder Rembuk Pemuda menyampaikan bahwa Rembuk Pemuda adalah harapan baru pergerakan anak muda dengan menyongsong pandangan yang Inklusif agar semua anak muda bisa saling bertukar pikiran, pandangan, dan gagasan tanpa adanya batasan perbedaan. Semua bisa berkontribusi berdasarkan masing-masing bidang keahliannya.

“Rembuk Pemuda adalah pandangan inklusif untuk anak muda, agar semua anak muda bisa saling bertukar pikiran, pandangan, dan gagasan. Ini menjadi harapan baru gerakan anak muda sehingga semua orang bisa berperan sesuai dengan bidangnya masing-masing karena Anak muda bukan hanya mereka yang berlatarbelakang aktivis baru bisa dikatakan pemuda, tapi pilot juga itu orang muda, yang berjuang di kebun juga anak muda, pegiat seni juga anak muda, semuanya juga anak muda," tgas Aidil dalam sambutan di awal acara.

Nilai inklusivitas yang dibawa oleh Rembuk Pemuda ini sejatinya menjadi bagian penting dari perjuangan anak muda, khususnya di Papua Tengah sebagai harapan baru untuk Indonesia. Hal ini ditegaskan oleh Meki Fritz Nawipa selaku mantan Bupati Paniai bahwa Papua Tengah untuk semua, bahwa Papua Tengah adalah miliki bersama tidak hanya untuk satu golongan.

“Rembuk Pemuda ini adalah kesempatan untuk menyatukan karena pemuda Papua sekarang menjadi harapan baru Indonesia, khususnya Papua Tengah. Papua Tengah bukan hanya untuk orang pegunungan, bukan juga hanya untuk orang yang di pesisir saja. Papua Tengah untuk semua sebagai harapan baru Indonesia”, ujar Meki yang juga merupakan penerbang pertama yang berasal dari tanah Papua.

Kegiatan Rembuk Pemuda yang dilaksanakan di Provinsi Papua Tengah ini hadir dengan mengusung tema, yaitu “Pemuda Papua: Harapan Baru Indonesia”, dengan mengundang narasumber inspiratif sebagai bagian dari upaya untuk memantik semangat dan gerakan orang muda yang ada di Papua Tengah.

Hadir sebagai pembicara, tokoh pemuda yang juga merupakan seorang pilot, yaitu Capt. Alion Belau. Selanjutnya, hadir juga Muhammad Amin selaku Ketua Umum HMI Cabang Mimika, Ai Nurhidayat selaku Inisiator Kelas Multikultural dimana banyak anak Papua yang telah di sekolahkan olehnya di Jawa, serta Tokoh Perempuan yang juga merupakan Wakil Direktur Program dan Monev YPMAK, yaitu Nur Ihfa Karupukaro, SE.

Rembuk Pemuda yang dilaksanakan di Provinsi Papua Tengah ini dihadiri oleh lebih dari 300 orang yang berasal dari berbagai suku, kabupaten, dan latar belakang yang diundang untuk berembuk bersama membangun harapan baru dari Tanah Papua. Hal yang menarik adalah penampilan musik dan tari yang dipersembahkan merupakan hasil dari kolaborasi bersama para Narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas).

Kegiatan ini disambut baik oleh PJ Bupati Mimika, Johannes Rettob yang juga turut hadir dalam memberikan sambutan selamat datang sebagai apresiasi atas terlaksananya kegiatan ini.

Beliau menyampaikan bahwa kegiatan in sangat baik mengingat populasi pemuda yang ada di Papua Tengah, khususnya di Timika mencapai 53% dari total keseluruhan total populasi penduduk yang ada disana.” ucap Johannes dalam sesi sambutan selamat datang.

"Kegiatan Rembuk Pemuda ini sangat luar biasa untuk pemuda-pemudi di Timika, maupun Papua Tengah karena populasi anak muda di Timika mencapai 53%. Kita berharap bahwa Rembuk Pemuda akan menjadi wadah kita semua, bersatu untuk membangun Papua tengah bersama-sama. Kalo kita jadi satu, kita lebih kuat. Kalo ego kita terlalu tinggi, tertutup masa depan kita,” ucap Johannes yang juga merupakan lulusan Universitas California Amerika Serikat.

Aidil Pananrang selaku Founder Rembuk Pemuda kembali menyampaikan bahwa Rembuk Pemuda bukanlah satu-satunya yang pertama, melainkan bagian dari gerakan untuk membangun tanah air, tanpa adanya latar belakang kepentingan orang per orang ataupun kelompok. Pada sesi sambutan tersebut, Aidil kembali menegaskan bahwa Rembuk Pemuda hadir untuk semua anak muda dengan mengdepankan inklusivitas sebagai visi utama yang menjadi harapan baru gerakan orang muda.

“Rembuk Pemuda bukan satu-satunya dan yang pertama. Rembuk Pemuda adalah bagian dari gerakan untuk membangun tanah air. Rembuk pemuda hadir tidak membawa kepentingan orang per orang, warna per orang. Rembuk pemuda adalah wadah inklusif karena kami percaya masalah di Indonesia ini banyak sekali tidak bisa di selesaikan dengan satu warna, satu kepentingan, melainkan kita semua bergerak bersama-sama.”, tegas Aidil mengajak semua pemuda Papua Tengah untuk berkolaborasi bersama membangun Indonesia.

Sumber : Elshinta.Com

Related Stories
Next Story
All Rights Reserved. Copyright @2019
Powered By Hocalwire